Salam agan agan Davys.
Kali ini kami dari team DQR mencoba repost kembali ide menarik yang dibuat oleh agan Joko Wahyu Kartiko. Ide mengenai masalah rantai yang sering berdebu dan berkarat sering mengganggu pemandangan mata. Juga karena susah dan malasnya membersihkan rantai yang sudah kotor tiap minggunya.
"Bikin sistem oli rantai otomatis.sudah hampir 2 tahun rantai seperti baru." Status yang dipost oleh Joko Wahyu Kartiko pada 21 April pukul 20:43 di group motor SMASH . Dan berikut penjelasan cara membuat sistem pelumasan otomatis pada rantai motor.
Pertama siapkan bahan bahan terlebih dahulu.
1. Botol oli bekas ( bisa diganti dengan botol oli samping ) ini berfungsi sebagai tempat menampung oli bekas. Cari botol yang ada cucutnya untuk memasukan slang dan lubangi bagian bawah untuk memasukan oli dan beri lubang kecil sebagai lubang vacum gambar botol
2. Slang untuk mengalirkan oli ke busa gambar slank
3. Kran bensin untuk mengatur besar kecilnya oli yang mengalir ke busa gambar kran bensin
4. Busa untuk aplikator oli ke rantai, berfungsi sebagai lap pembersih otomatis. Dipotong sesuai lebar penutup rantai. gambar busa
5. Pentil bekas untuk mengaitkan busa ke penutup rantai. Harus pakai ini karena ini akan mengalirkan oli dari dalam pentil. Jika pakai baut biasa maka akan sulit. gambar pentil
Proses pemasangan
★ Proses pengerjaan kita mulai dengan menempelkan busa pada plat dan pentil, untuk lebih jelasnya >lihat gambar tampak atas. >tampak samping.
★ tempelkan busa yang sudah terpasang tadi ke penutup rantai. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut
★ pasang slang ke pentil dan hubungkan dengan botol yang terisi oli tadi. lihat gambar
★ ikatkan botol oli ke bodi motor lihat gambar
Nah sekarang buka lebar lebar kran bensinya tadi agar busa terbasahi oli dahulu. Setelah itu baru buka kecil saja. Kelebihan sistem ini ialah rantai akan terlihat seperti baru terus dan kita tidak perlu memberi oli seperti biasa. Sedang kekurangannya ialah oli akan menetes jika motor terparkir lama.
Jadi silahkan agan menilai sendiri apakah perlu atau tidak agan memasang sistem pelumasan rantai otomatis ini. Tks
Salam DQR
Credits to
SMASHER
Joko Wahyu Kartiko
*Refleksi: Menuju Sepuluh Malam Terakhir Ramadan*
*Refleksi: Menuju Sepuluh Malam Terakhir Ramadan* Ketika Waktu Mulai Menghitung Mundur Tanpa terasa, Ramadan telah sampai pada penghujungnya. Hari-hari yang kita tunggu setahun penuh kini satu per satu pamit pergi. Ada rasa haru yang sulit diungkap. Apakah kita sudah cukup mengisinya? Apakah amal kita sudah layak dipersembahkan kepada-Nya? Namun di sinilah, justru di penghujung inilah, Allah membuka satu lagi pintu kemuliaan yang luar biasa bagi kita. "Lebih Baik dari Seribu Bulan" إِنَّا أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ... لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ > "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam Qadar... Malam Qadar itu lebih baik dari seribu bulan." — QS. Al-Qadr: 1 & 3 Seribu bulan. Hitunglah! itu adalah 83 tahun lebih. Lebih dari rata-rata usia manusia yang hidup di dunia ini. Allah Yang Maha Pengasih memberikan kepada kita hamba yang lemah, hamba yang penuh dosa, hamba yang sering lalai sebuah malam yang...
0 Komentar
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak.